Popular Post

Popular Posts

Minggu, 03 Maret 2019


Sebelum membicarakan tentang penyakit tumbuhan sebaiknya melihat dulu bagaimana dan apa yang dibutuhkan suatu tanaman agar dapat tumbuh dengan normal, sehingga dapat terhindar dari penyakit. Untuk tumbuh kembang suatu tanaman dibutuhkan suatu lingkungan tumbuh yang baik. Lingkungan tumbuh tanaman ini adalah kebutuhan atau persyaratan tumbuh tanaman agar tanaman memiliki pertumbuhan, daya hidup serta daya produksi yang normal. Kebutuhan akan lingkungan tumbuh tersebut untuk setiap tanaman berbeda-beda, akan tetapi unsur-unsur aktifitas untuk tumbuh dan berkembang yang dibutuhkan untuk setiap tanaman adalah sama. Unsur-unsur tersebut adalah cahaya, suhu, air, udara dan hara tanaman.
Berbicara mengenai penyakit tumbuhan atau tanaman, yang harus lebih dahulu diketahui adalah pengertian apa yang disebut dengan penyakit. Pengertian penyakit secara umum adalah hasil dari hubungan yang sangat erat atau adanya saling interaksi antara tanaman inang, dengan organisme penyebab penyakit dan lingkungan. Ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan sakit disebut dengan Ilmu Penyakit Tumbuhan (Plantpathology) atau Fitopatologi.
Definisi penyakit tumbuhan, menurut Jones (1987) menyebutkan bahwa penyakit tumbuhan adalah adanya penyimpangan dalam proses fisiologi pada tubuh tanaman. Menurut Triharso (1993), penyakit tumbuhan secara umum adalah pembicaraan tentang tanaman yang menderita. Hal ini didasari dari pengertian dari Plantpathology yang diartinya adalah plant = tumbuhan, pathos = menderita dan logos = membicarakan.
Penyebab penyakit tumbuhan atau tanaman pada prinsipnya ada dua yaitu patogen dan non patogen. Untuk penyebab yang berasal dari patogen, arti kata “patogen” sendiri adalah organisme yang mempunyai kemampuan menyebabkan penyakit dan biasanya patogen dalam bentuk organisme yang masih hidup, oleh karenanya disebut pula penyebab dari faktor biotik.
Untuk penyebab penyakit yang dikategorikan kedalam bentuk “non patogen” yaitu penyebab penyakit yang tidak termasuk kedalam jenis patogen. Jadi karena faktor penyebabnya bukan dari jenis organisme hidup, maka digolongkan kedalam faktor abiotik antara lain yang berasal dari faktor fisik, faktor kimia dan faktor-faktor alam yang lain. Penyakit yang penyebabnya berasal dari faktor abiotik ini sering pula digolongkan dalam kelompok penyakit yang disebut dengan penyimpangan fisiologi atau physiological disorders.
Ketika lahan pertanaman banyak dilanda penyakit, maka manusia berusaha mencari berbagai cara agar tanaman atau tumbuhan mereka masih tetap dapat tumbuh subur dan dapat dipanen hasilnya. Cara-cara yang ditempuh ada yang ditujukan untuk penyakit yang sedang melanda yaitu untuk memberantas atau mengendalikan, ada pula yang ditujukan untuk tanaman inangnya yaitu agar tanaman inang dapat tumbuh dengan baik sehingga dapat tahan terhadap infeksi penyakit.
Banyak cara yang dapat digunakan untuk mengendalikan penyakit tumbuhan atau tanaman, dari cara-cara yang konvensional sampai cara-cara yang modern, dan dari yang menggunakan bahan alami sampai bahan kimia buatan pabrik. Di dalam mengendalikan penyakit tumbuhan atau tanaman, yang perlu diingat dan diperhatikan adalah dampaknya terhadap lingkungan dan makhluk hidup lainnya, jangan sampai tujuan pengendalian penyakit tercapai, akan tetapi berdampak negatif terhadap lingkungan dan makhluk hidup yang lainnya.
Sekarang ini istilah “manajemen penyakit” memiliki kecenderungan menggantikan istilah dari “pengendalian penyakit”. Idealnya tujuan dari sistem manajemen penyakit tumbuhan adalah untuk mengasilkan pengendalian secara lengkap. Akan tetapi ini jarang dapat dicapai. Di dalam praktek manajemen penyakit akan dikatakan sukses apabila dapat menghasilkan pengembalian ekonomi secara nyata. Sistem ini seyogyanya difokuskan untuk penyelamatan pertanaman, jangan hanya pada individu tanaman saja. Alasannya adalah perlakuan manajemen yang ditujukan hanya untuk tanaman secara individu saja jarang yang secara lengkap berhasil, untuk itu diperlukan adanya penyatuan program (intergrated programme).
Manajemen penyakit secara modern membutuhkan pemahaman secara detail dari semua aspek baik dari produksi tanaman, ekonomi, lingkungan, kultural, genetik dan informasi epidemiologi. Semuanya itu untuk mendukung pemasukan data yang diperlukan dalam membuat keputusan manajemen.
Dengan adanya keaneka ragaman patogen dan situasi penyakit, maka teknik manajemen penyakit juga bervariasi. Ada beberapa teknik tergantung pada tujuannya yaitu teknik seklusi (mengasingkan atau membuang) patogen, pemusnahan patogen atau pengurangan inokulum, melindungi tanaman inang, pengaturan dari lingkungan, dan menggunakan ketahanan tanaman.


Yudiarti, Turrini.2007.Ilmu Penyakit Tumbuhan.Yogyakarta:Graha Ilmu.

{ 16 komentar... read them below or Comment }

- Copyright © Wafi' Nur Ajizah R - Devil Survivor 2 - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -