Popular Post

Popular Posts

Recent post

 

  • Demografi

    Desa Klagensrampat merupakan salah satu dari 18 desa yang ada di wilayah Kecamatan Maduran, yang terletak 2500 m ke arah barat dari Kecamatan Maduran. Desa Klagensrampat mempunyai luas wilayah 123 ha. Adapun batas-batas wilayah Desa Klagensrampat yaitu: sebelah utara berbatasan dengan Desa Siser Kecamatan Laren, sebelah selatan berbatasan dengan rawa, sebelah timur berbatasan dengan Desa Pangean, dan sebelah barat berbatsan dengan Desa Siwuran. 

     Iklim di Desa Klagensrampat sama seperti halnya desa-desa lain di wilayah Indonesia yaitu mempunyai iklam kemarau dan penghujan. Hal tersebut berpengaruh langsung terhadap pola tanam yang ada di Desa Klagensrampat Kecamatan Maduran. Desa Klagensrampat terdiri dari 2 dusun diantaranya Dusun Klagen dan Dusun Srampat, yang mana jumlah penduduk sebanyak 1.266 jiwa atau 350 KK. Perinciannya yaitu laki-laki sebanyak 756 jiwa, perempuan sebanyak 510 jiwa, dan kepala keluarga sebanyak 220 jiwa.

  • Jumlah Penduduk Menurut Usia

    Jumlah penduduk menurut golongan umur dibedakan menjadi 6 kategori, yang pertama umur 0-12 bulan berjumlah sebanyak 80 jiwa, yang kedua umur 12 bulan-5 tahun berjumlah sebanyak 100 jiwa, yang ketiga umur 5-10 tahun berjumlah sebanyak 320 jiwa, yang keempat umur 10-25 tahun berjumlah sebanyak 466 jiwa, yang kelima umur 25-60 tahun sebanyak 540 jiwa, dan yang keenam umur 60 tahun keatas berjumlah sebanyak 260. Sehingga jika dikalkulasikan jumlah penduduk di Desa Klagensrampat sebanyak 1.766 jiwa. Data tersebut merupakan data yang didapatkan dari Data Potensi Sosial Ekonomi Desa/Kelurahan Pada Tahun 2019.

  • Jumlah Penduduk Menurut Agama

    Jumlah penduduk di Desa Klagensrampat jika ditinjau dari segi agama dan kepercayaann masyarakat mayoritas beragama Islam. Jika dirincikan maka data yang didapatkan yaitu penduduk beragama Islam sebanyak 1.766 orang, penduduk beragama Kristen sebanyak 0 orang, penduduk beragama Katholik sebanyak 0 orang, penduduk beragama Hindu sebanyak 0 orang, dan penduduk beragama Budha sebanyak 0 orang. Sehingga bisa disimpulka bahwasannya penduduk Desa Klagensrampat keseluruhan beragama Islam.

  • Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan

    Proses pembangunan desa akan berjalan dengan lancar apabila masyarakat atau penduduk desa memiliki tingkat pendidikan yang cukup tinggi dan kreatif, sehingga perlu adanya kesadaran masyarakat atau penduduk akan pentingnya suatu pendidikan. Jumlah penduduk Desa Klagensrampat jika dilihat dari tngkat pendidikannya dapat dibedakan menjadi 7 kategori yaitu, pertama tidak sekolah/buta huruf sebanyak 50 orang, kedua tidk tamat SD/sederajat sebanyak 100 orang, ketiga tamat SD/sederajat sebanyak 350 orang, keempat tamat SLTP/sederajat sebanyak 416, kelima tamat SLTA/sederajat sebanyak 300 orang, keenam tamat D1, D2, D3 sebanyak 300 orang, dan terakhir atau ketujuh Sarjana/S-1 sebanyak 250 orang. Jika disimpulkan dari data tersebut mayoritas penduduk merupakan lulusan atau tamatan SLTP/sederajat. Data tersebut merupakan data yang didapatkan dari Data Potensi Sosial Ekonomi Desa/Kelurahan Pada Tahun 2019.

  • Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian
    Jumlah penduduk Desa Klagensrampat jika dilihat menurut mata pencahariannya maka dapat dibedakan menjadi 6 kategori yaitu, pertama Tani berjumlah sebanyak 200 orang, kedua Dagang berjumlah sebanyak 200 orang, ketiga Buruh Tani berjumlah sebanyak 350 orang, keempat PNS/TNI/Polri berjumlah sebanyak 316 orang, kelima Swasta berjumlah sebanyak 500 orang, dan keenam lain-lain berjumlah sebanyak 300 orang. Dari data tersebut jika disimpulkan mayoritas penduduk Desa Klagensrampat sebagian besar masih berada di sektor pertanian. Sehingga dapat menunjukkan bahwa sektor pertanian memegang peran penting dalam bidang ekonomi masyarakat desa.
  • Keasaan Sosial
    Desa Klagensrampat memiliki banyak kegiatan Ormas seperti halnya Remaja Masjid, Karang Taruna, PKK, dan juga Posyandu. Yang mana krgiatan Ormas tersebut merupakan aste desa yang dapat bermanfaat untuk menjadi media penyampaian informasi dalam setiap proses pembangunan desa pada masyarakat. Jumlah KK menurut tingkat kesejahteraan warga dikategorikan menjadi 4 yaitu, kepala keluarga sebanyak 450 KK, penduduk miskin sebanyak 100 KK, penduduk sedang sebanyak 220 KK, dan penduduk kaya sebanyak 130 KK. Sedangkan jika jumlah penduduk menurut tingkat pengangguran yaitu, penduduk usia 15 s/d 55 yang belum bekerja sebanyak 150 orang dan angkatan kerja usia 15 s/d 55 tahun sebanyak 1.150 orang.
  • Keadaan Ekonomi
    Mayoritas mata pencaharian penduduk atau masyarakat Desa Klagensrampat berada di sektor pertanian. Permasalahan yang sering terjadi adalah adanya lapangan pekerjaan yang kurang memadai dengan tingkat perkembangan penduduk. Sehingga yang perlu diperhatikan dalam pembangunan desa adalah melakukan pembukaan kesempatan kerja dengan pemberian kredit sebagai modal awal untuk pengembangan usaha khususnya di sektor pertanian dan perdagangan. Tingkat angka kemiskinan di Desa Klagensrampat masih tinggi sehingga pemerintah desa atau penduduk harus mencari peluang lain yang hisa menunjang peningkatan taraf ekonomi bagi penduduk. Sedangkan tingkat kekayaan Sumber Daya Alam yang ada sangat mendukung baik dari segi pengembangan ekonomi maupun sosial budaya.
  • Sarana dan Prasarana
    Perkembangan pembangunan pada desa harusnya berdampak pada sosial, ekonomi, dan budaya yang seimbang agar dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa menjadi lebih baik lagi kedepannya. Prasarana di Desa Klagensrampat dibagi menjadi 3 macam, yaitu: 
a.    Prasarana Kesehatan 
     Pada prasarana kesehatan Desa Klagensrampat mempunyai 2 prasarana yaitu, Posyandu dan Bidan Desa. Dimana terdapat 2 unit Posyandu dan 1 orang Bidan Desa 
b.    Prasarana Pendidikan 
     Pada prasarana pendidikan Desa Klagensrampat mempunyai 4 prasarana yaitu, Taman Kanak-kanak/TK, SD/MI, SLTP/MTs, dan TPA/TPQ. Dimana terdapat 3 unit TK, 3 unit SD/MI, 1 unit SLTP/MTs, dan 3 unit TPA/TPQ. 
c.    Prasarana Umum Lainnya 
     Pada prasarana umum lainnya Desa Klagnsrampat mempunyai 2 prasrana yaitu, Tempat Ibadah dan Lapangan Olahraga. Dimana terdapat 8 unit tempat ibadah dan 2 unit lapangan olahraga.

PROFIL DESA KLAGENSRAMPAT

 

Pada pemerintahan desa Klagensrampat terdapat 10 orang pengurus didalamnya, dimana masing-masing mempunyai tugas yang berbeda-beda antara lain:

  1. Bapak Suliono, S. Sos sebagai Kepala Desa
  2. Bapak Subakri sebagai PLT Sekretaris Desa
  3. Bapak Sujono sebagai Kaur Tata Usaha dan Umum
  4. Bapak Ah. Dahlan Affandi sebagai Kaur Keuangan
  5. Bapak Supraji sebagai Kaur Perencanaan
  6. Bapak Sudarmono sebagai Kepala seksi Pemerintah
  7. Bapak Zainal Muttaqin sebagai Kepala Seksi Kesejahteraan
  8. Bapak Karno sebagai Kepala Seksi Pelayanan
  9. Bapak M. Arifin sebagai Kasun Klagen
  10. Bapak Mushollin sebagai Kasun Srampat

 

MANAJEMEN PEMASARAN 

“STRATEGI PEMASARAN BERAS MERAH ORGANIK”

Wafi’ Nur Ajizah R_180321100046_UAS Manajemen Pemasaran_A 

1.   STP (Segmenting, Targetting dan Positioning) Pada Beras Merah Organik

a.   Segmenting

Segmentasi dari segi geografis disini meliputi penjualan pada tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi atau dapat dikatakan penjualan di seluruh Indonesia. Bahkan juga lebih baik lagi jika dapat melakukan ekspor ke luar negeri, sehingga produk lebih dikenal dan memperluas pangsa pasar. Untuk segi demografis produk ini dapat dikonsumsi dari berbagai kalangan mulai dari anak-anak hingga dewasa. Kemudian dari segi psikogafis produk ini layak dikonsumsi dari kalangan menengah ke atas dikarenakan harganya yang relatif mahal. Dan dari segi perilaku, produk ini memberikan banyak manfaat yang baik untuk kesehatan sehingga cocok untuk mereka yang membutuhkan dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Adanya segmentasi tersebut maka harapannya dapat dilakukan dengan sesuai dan tepat sasaran.

b.   Targeting

Dengan melakukan targeting disini memperhatikan mengenai data tentang penjualan terakhir, proyeksi laju pertumbuhan serta margin dari setiap segmen. Selain itu juga melihat pesaing dengan produk yang sama sehingga perusahaan dapat memperhitungkan ancaman untuk produk pengganti. Dalam targeting ini perusahaan harus mempunyai sasaran dimana denga memperhatikan sumber daya manusia dan keterampilan yang dimilikinya sehingga dapat mengembangkan produk.  

c.   Positioning

Dalam positioning ini yang pertama ditentukan mengenai harga. Untuk harganya sendiri yaitu dengan harga pasaran dari beras merah organik sendiri, dan untuk kalangan menengah sampai ke atas. Brand dari produk ini juga terkenal di pasaran mengingat bahwa produk ini banyak diminati dengan melihat banyak manfaat yang diberikan.

2.   Bauran Pemasaran Beras Merah Organik

·      Produk

Produk yang ditawarkan adalah beras merah organik. Produk ini kaya akan serat dan antioksidan, dan juga bermanfaat untuk melancarkan pencernaan dan menghindarkan tubuh dari beragam penyakit, seperti diabetes dan gagal jantung dan masih banyak lagi manfaat dari beras merah organik. Dalam 100 gram beras merah terdapat 7 gram kandungan protein dan 2 gram serat. Kandungan serat beras merah cenderung lebih banyak dibandingkan dengan beras putih, namun lebih sedikit dibanding beras hitam atau coklat. Namun, rasa beras merah cernderung tidak lebih manis dari beras putih.

·      Harga

Harga yang ditawarkan beras merah organik yaitu Rp 25.000 per kg. Harga ini sudah dinilai vukup terjangkau dengan kondisi perekonomian masyarakat yang memiliki tingkat pendapatan menengah.

·      Promosi

Promosi beras merah organik yang digunakan adalah melalui market place seperti shopee, tokopedia, lazada, dan menyebarkan informasi melalui jejaring sosial, seperti whatsapp, facebook, dan instagram.

·      Tempat

Beras merah organik saat ini dijual melalui market place sehingga tidak membutuhkan tempat untuk penjualan. Namun, dari produsen tetap melayani jika ada yang membeli secara langsung. Hanya saja produk beras merah organik tetap ditempatkan di gudang penyimpanan.

3.   Poster Beras Merah Organik

Berikut poster dari Beras Merah Organik:



4.   Analisis Daya Saing Beras Merah Organik di Pasar ASEAN

Liberalisasi perdagangan mampu menyebabkan semakin terbukanya kesempatan bagi Indonesia untuk melakukan ekspor. Kegiatan ekspor yang tidak terlepas dari kebijakan pemerintah tidak bertujuan untuk memproteksi dan mengembangkan produk khususnya produk pertanian.  Permintaan pasar global akan beras organic semakin meningkat. Namun hal ini dihadapkan pada pesaing yang lebih dahulu melakukan ekspor yaitu Thailand dan Vietnam sebagai Negara pengekspor beras organic didunia. Namun adanya peluang dan hambatan yang dihadapi oleh Negara pengekspor tersebut dimanfaatkan oleh petani beras organic diprovinsi Jawa Barat yang berhasil ekspor ke Negara amerika serikat, jerman, Malaysia, singapura, belanda, italia dan dubai. Untuk tetap bertahan dalam pasar global perlu adanya peningkatan mutu produksi, meningkatkan efisiensi dan modernisasi dari hulu ke hilir, serta melakukan lobian untuk meng-ekspor beras merah organic ke Negara yang lebih luas lagi. Hal yang perlu diperhatikan ketika kita ingin mengimpor beras merah organic adalah:

a.   Dari mana beras itu berasal

b.   Bagaimana cara pengirimannya

c.   Bagaimana mutunya

d.   Bagaimana kemasannya

e.   Apakah negaranya sudah memiliki izin ekspor impor atau belum

 Konsep Keunggulan Kompetitif dari Produk

Pengertian Keunggulan Kompetitif

Menurut David (2011), ketika perusahaan dapat melakukan sesuatu atau memiliki sesuatu yang diinginkan oleh kompetitor, maka perusahaan tersebut merepresentasikan keunggulan kompetitif. Menurut teori keunggulan kompetitif tersebut diketahui bahwa suatu perusahaan untuk menjadi lebih unggul dari perusahaan lainnya harus memiliki strategi-strategi tertentu dan memperhatikan kinerja perusahaan tersebut agar menjadi lebih meningkat setiap hari, setiap bulan, dan setiap tahunnya, apabila hal tersebut tercapai maka perusahaan tersebut memiliki keunggulan kompetitif. Karena penjelasan tersebut, maka teori ini penting untuk dipelajari dan diterapkan oleh semua perusahaan untuk meningkatkan daya saing.

Keunggulan Kompetitif dari Produk meliputi : 

a. Biaya Produksi

b. Kemasan

c. Kualitas

d. Harga

Ciri-ciri Pasar Potensial dengan Pendekatan : 

a. Menurut Pendekatan Permintaan : 

Berawal dari kemampuan yang dimiliki seorang wirausaha dalam memproduksi suatu barang, memberikan pelayanan yang baik, memahami tren di masyarakat

b. Menurut Pendekatan Penawaran : 

Menekankan kebutuhan manusia yang belum dapat terpenuhi sepenuhnya. 

Contoh: Masyarakat desa yang pergi ke kota hanya untuk membeli pakaian

Ciri dan Teknis menentukan Ceruk Pasar

Pasar ceruk adalah segmen spesifik dan kecil dari sebuah pasar dengan lebih sedikit pesaing daripada pasar secara keseluruhan.

Ciri-ciri Ceruk Pasar antara lain : 

a. Pelanggan dalam suatu ceruk memiliki kumpulan keutuhan yang berbeda

b. Bersedia membayar harga tambahan pada perusahaan yang paling memuaskan kebutuhan pelanggan

c. Ceruk tersebut tidak mungkin menarik pesaing lain

d. Perusahaan pengisi ceruk mendapatkan penghematan tertentu karena spesialisasi

e. Ceruk memiliki ukuran, laba, dan potensi pertumbuhan yang memadai

Teknis Menentukan Ceruk Pasar yaitu : 

a. Market place : Memanfaatkan fitur pencarian dalam kategori ceruk pasar yang dipilih, ketik kata kunci lebih spesifik, lihat jumlah item yang dijual, manfaatkan fitur saringan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

b. Google Trend : Lihat volume pencarian menggunakan kata kunci, gunakan fitur pencarian popular, tentukan wilayah, jangka waktu dan kategori

Ciri-ciri produk yang marketable untuk:

a. Ekspor

b. Produk berkualitas terbaik

c. Memiliki keuikan tersendiri

d. Sesuai kebutuhan dan permintaan calon konsumen

e. Strategi distribusi yang baik. Contoh: memilih kurir yg berkualitas

f. Melakukan promosi dengan baik

g. Harga yang sesuai agar bisa dijadikan acuan bagi perusahaan



Wafi' Nur Ajizah R

180321100046

Manajemen Pemasaran - A

 Pengertian Harga

    Harga adalah suatu nilai yang dinyatakan dalm bentuk rupiah guna pertukaran/transaksi atau sejumlah uang yang harus dibayar konsumen untuk mendapatkan barang dan jasa. Penetapan harga memiliki implikasi penting terhadap strategi bersaing perusahaan.

Tujuan Penetapan Harga

Pada dasarnya ada 4 tujuan penetapan harga yaitu:

1. Tujuan yang Berorientasi pada Laba

Tujuan ini meliputi dua pendekatan yaitu maksimalisasi laba (asumsi teori ekonomi klasik) dan target laba. Pendekatan maksimalisasi laba menyatakan bahwa perusahaan berusaha untuk memilih harga yang bias menghasilkan laba/keuntungan yang aling tinggi.

2. Tujuan yang berorientasi pada volume (volume pricing objectives)

Dalam tujuan ini harga ditetapkan sedemikian rupa agar dapat mencapai target penjualan, nilai penjualan atau pangsa pasar . tujuan ini biasanya dilandaskan strategi mengalahkan atau mengatasi persaingan.

3. Tujuan yang berorientasi pada citra

Citra perusahaan dapat dibentuk melalui strategi pentapan harga. Penetapan harga, baik itu penetapan harga tinggi maupun penetapan harga rendah bertujuan untuk meningkatkan persepsi konsumen terhadap keseluruhan bauran produk yang ditawarkan perusahaan.

4. Tujuan Stabilisasi Harga

Tujuan stabilisasi dilakukan dengan jalan menetapkan harga untuk mempertahankkan harga untuk mempertahankan hubungan yang stabil antara harga suatu perusahaan dengan harga pemimpin industry (industry leader).

5. Tujuan-tujuan lainya

Harga juga dapat ditetapkan dengan tujuan mencegah masuknya pesaing, mempertahankan loyalitas pelanggan, mendukung penjualan ulang atau mencegah campur tangan pemerintah.

Faktor yang Mempengaruhi Penetapan Harga

Secara umum ada faktor yang perlu diperhatikan dalm penetapan harga yaitu faktor internal perusahaan dan faktor lingkungan eksternal.

Faktor lingkungan Internal

1. Tujuan Pemasaran perusahaan

Factor ini merupakan utama dalam menetapkan harga. Tjuan ini meliputi maksimalisasi laba, mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan, meraih pangsa pasar yang besar, menciptakan kepemimpinan dalam kealitas, mengatasi persaingan, melaksanakan tanggung jawab social dan lain-lain.

2. Strategi Bauran Pemasaran

Harga harus dikoordinasikan dan saling mendukung dengan bauran pemasaran yang lain yaitu produk, distribusi dan promosi.

3. Biaya

Biaya merupakan factor utama yang menentukan harga minimal yang harus ditetapkan perusahaan agar tidak mengalami kerugian. Berkaitan dengan permasalahan biaya, ada tiga macam hubungan yang perlu dipertimbangkan dalam menganalisis biaya terhadap strategi penetapan harga yaitu:

Risiko biaya tetap terhadap biaya varibel

Skala ekonomis yang tersedia bagi perusahaan

Struktur biaya perusahaan dibandingkan dengan pesaingnya

4. Organisasi

Manajemen perlu memutuskan siapa dalm organisasi yang harus menetapkan harga. Setiap perusahaan menangani masalah penetapan harga menurut caranya masing-masing.

Factor Lingkungan Eksternal

1. Pengaruh dari struktur pasar yang dihadapi

Persaingan murni (pasar tradisional)dan sempurna (informasi lebih luas, supermareket) ciri-ciri: banyak pembeli dan penjual, tidak ada yang bias mempengaruhi harga, pembeli dan penjual merupakan pihak yang mengikuti harga (price market), tidak ada hambatan untuk masuk pasar, mobilitas factor produksi/jasa sangat tinggi.

2. Persaingan

Tjiptono (2001) menyatakan ada lima kekuatan pokok yang berpengaruh dalam persaingan suatu industri, yaitu persaingan dalam industri yang bersangkuttan, produk substitusi, pemasok, pelanggan dan ancaman pendatang baru.

3. Unsur-unsur lingkungan eksternal yang lain

Selain faktor-faktor diatas, perusahaan juga perlu mempertimbangkan faktor lain seperti kondisi ekonomi (kepedulian terhadap lingkungan) dan kebijakan/peraturan pemerintah.

Metode Penetapan Harga

1. Metode penetapan harga berbasis permintaan

• Skimming pricing

Strategi ini dilakukan dengan menetapkan harga yang tinggi pada suatu produk dan dilengkapi dengan gencarnya aktivitas promosi.

Contoh produk yang biasanya diterapkan dengan strategi ini diantaranya adalah produk-produk yang berkaitan dengan teknologi baru (misalnya Hnad Phone, Komputer, kamera dan lain-lain).

• Penetration pricing

Dalm strategi ini harga ditetapkan relative rendah pada tahap awal PLC, dengan tujuan untuk meraih pangsa pasar yang besar dan skaligus menghambat masuknya para pesaing. Dengan harga yang rendah perusahaan akan mampu mengupayakan tercapainya skala ekonomis dan menurunya biaya per unit.

• Prestige pricing

Harga dapt digunakan oleh pelanggan sebagai ukurab kualitas atau prestise suatu barang/jasa. Bila harga diturunkan sampai tingkat tertentu maka permintaanya juga akan turun. Dalam metode ini harga ditetapkan pada tingkat yang tinggi sehingga konsumen yang sangat peduli dengan statusnya akan tertarik dengan produk kemudian membelinya.

Contoh: permata, emas,intan, berlian dan lain-lain.

• Price lining

Price lining digunakan bila perusahaan menjual lebih dari satu produk. Harga untuk lini produk tersebut bias bervariasi dan ditetapkan pada tingkat harga tertentu yang berbeda.

Contoh: pakaian wanita ditetapkan pada harga Rp. 50.000,00; Rp. 60.000,00; Rp. 80.000,00.

• Odd-Even Pricing

Ada penetapan harga yang besarnya mendekati jimlah genap tertentu, misalnya Rp 9.999, yang masih dianggap dikisaran Rp. 9.000,00-an bukan Rp. 10.000,00 pada prakteknya memang untuk satuan atau kuantitas yang kecil, cara ini kurang bias mengenai sasaran, namun bila menyangkut satuan dan kuantitas yang besar serta dikaitkan dengan berbagai macam produk lainya, maka hasilnya menjadi lebih efektif.

• Demand-Backward pricing

Cara ini dilakukan dengan cara mula-mula perusahaan memperkirakan suatu tingkat harga yang bersedia dibayar konsumen untuk produk-produk yang relative mahal, kemudian menentukan margin yang harus dibayarkan kepada retailer dan wholesaler, setelah ittu baru menentukan harga jualnya.

• Bundle pricing

Cara ini merupakan cara pemasaran dua atau lebih produk dalam satu harga paket. Misalnya travel agency menawarkan paket liburan yang mencangkup transportasi, akomodasi dan konsumsi.

2. Metode Penetapan Harga Berbasis Biaya

• Standart Mark-up Princing

Dalam cara ini harga ditentukan dengan cara menambahkan presentase tertentu dari biaya pada semua aitem pada suatu kelas produk. Misalnya pakaian diberi tambahan 10% sedangkan Alroji 30%. Biasanya untuk produk-produk yang mempunyai tingkat perputaran tinggi diberi markup yang lebih kecil dari pada produk yang mempunyai tingkaat perputaran rendah.

• Cost Plus Percentage of Cost Princing

Dalam cara ini perusahaan menambah presentase tertentu terhadap biaya produksi atau konstruksi. Cara ini sering digunakan untuk menentukan harga satu item atau beberapa item. Misalnya suatu perusahaan arsitektur menetapkan tarif sebesar 10% dari konstruksi suatu rumah. Jadi, bila biaya konstruksi suatu rumah adalah Rp. 100 juta dan biaya untuk arsitek 10% dari biaya konstruksi, maka harga akhirnya adalah Rp. 110 juta.

• Cost Plus Fixed Fee Pricing

Cara ini banyak digunakan untuk produk-produk yang sifatnya sangat ternikal, seperti mobil atau pesawat. Dalam cara ini pemasok atau produsen akan mendpatkan ganti atas semua biaya yang dikeluarkan, berapapun besarnya tetapi produsen hanya memperoleh bayarna tertentu sebagai laba yang besarnya tergantung pada biaya final proyek tersebut yang disepakati bersama.

• Experience Curve Pricing

Cara ini dikembangkan atas dasar konfek efek belajar yang menyatakan bahwa unit cost barang dan jasa akan menurun antara 10 hingga 30% untuk setiap peningkatan sebesar dua kali lipat dari pengalaman perusahaan dalm memproduksi dan menjual barang dan jasa tersebut.



Wafi' Nur Ajizah R

180321100046

Manajemen Pemasaran - A

Saluran distribusi adalah bagaimana perusahaan dalam hal ini produsen dari produk atau jasa yang dihasilkan, menyampaikan produk tersebut agar dapat memenuhi kebutuhan, keinginan dan permintaan konsumen untuk dapat dikonsumsi dan digunakan.

Konsep bauran pemasaran terdiri dari 4P, yakni Produk (product), harga (price), tempat (place), dan promosi (promotion). Sementara menurut Boom dan Bitner menambah dalam bisnis jasa, bauran pemasaran di tambah 3p yakni: Orang (people), bukti fisik (physical Evidence), proses (Process). Dari penjelasan ini, bahwa dapat disimpulkan secara keseluruhan konsep bauran pemasaran (marketing mix) untuk produk jasa digabungkan menjadi 7P.

Kriteria lokasi untuk pemasaran

Dalam menentukan lokasi bisnis sangat penting dan harus tepat, sehingga diharapkan dapat memenuhi harapan pengusaha untuk menarik konsumen dalam rangka mendapatkan keuntungan dan sebaliknya apabila terdapat kesalahan dalam pemilihan lokasi akan menghambat kinerja bisnis dan secara otomatis keuntungan maksimal tidak akan dapat dirasakan oleh pengusaha tersebut. Maka, pemilihan lokasi bisnis yang dekat dengan target pasar serta ketersediaan infrastruktur yang memadai merupakan sebuah strategi yang juga dapat memudahkan konsumen untuk mendapatkan produk/jasa yang diinginkannya. Beberapa faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi bisnis yaitu lingkungan masyarakat, sumber daya alam, tenaga kerja, kedekatan dengan pasar, fasilitas dan biaya transportasi, tanah untuk ekspansi, dan pembangkit tenaga listrik.

Keputusan penentuan lokasi biasanya juga tergantung pada jenis bisnis apa yang dimiliki oleh para pengusaha tersebut. Misalnya saja untuk pengusaha yang memilih lokasinya dekat dengan lokasi industri memiliki strategi untuk meminimalkan biaya operasional perusahaan, sedangkan untuk lokasi dekat dengan gudang para pengusaha memikirkan agar biaya operasional dapat ditekan dan kecepatan pengiriman dapat dimaksimalkan. Di balik penentuan ini terdapat strategi penentuan lokasi yang harus diketahui oleh pemilik usaha dalam rangka memaksimalkan keuntungan pada lokasi mereka di kedepannya.  Berbeda jenis perusahaannya maka akan berbeda pula faktor yang menjadi pertimbangan dalam pemilihan lokasi. Sebagai contoh sebuah usaha kuliner yang memilih lokasi dekat dengan pasar, transportasi terjamin, akses jalan mudah sehingga konsumen tidak kesulitan untuk menjangkau tempat kuliner tersebut. 

Persyaratan legislasi wilayah terkai K3 dalam kegiatan pemasaran

Syarat-syarat Penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) di tempat kerja tertuang dalam Undang-Undang No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja pasal 3 (tiga). Pada pasal tersebut disebutkan 18 (delapan belas) syarat penerapan keselamatan kerja di tempat kerja di antaranya sebagai berikut :

1. Mencegah & mengurangi kecelakaan kerja

2. Mencegah, mengurangi & memadamkan kebakaran

3. Mencegah & mengurangi bahaya peledakan

4. Memberi jalur evakuasi keadaan darurat 

5. Memberi P3K Kecelakaan Kerja

6. Memberi APD (Alat Pelindung Diri) pada tenaga kerja

7. Mencegah & mengendalikan timbulnya penyebaran suhu, kelembaban, debu, kotoran, asap, uap, gas, radiasi, kebisingan & getaran

8. Mencegah dan mengendalikan Penyakit Akibat Kerja (PAK) dan keracunan

9. Penerangan yang cukup dan sesuai

10. Suhu dan kelembaban udara yang baik

11. Menyediakan ventilasi yang cukup

12. Memelihara kebersihan, kesehatan & ketertiban

13. Keserasian tenaga kerja, peralatan, lingkungan, cara & proses kerja

14. Mengamankan & memperlancar pengangkutan manusia, binatang, tanaman & barang

15. Mengamankan & memelihara segala jenis bangunan

16. Mengamankan & memperlancar bongkar muat, perlakuan & penyimpanan barang

17. Mencegah tekena aliran listrik berbahaya

18. Menyesuaikan & menyempurnakan keselamatan pekerjaan yang resikonya bertambah tinggi

 Fungsi Saluran Distribusi

1. Mengumpulkan informasi mengenai pelanggan, pesaing, serta pelaku dan kekuatan lain yang ada saat ini maupun potensial dalam lingkungan pemasaran

2. Mengembangkan dan menyebarkan komunikasi persuasif untuk merangsang pembelian

3. Mencapai persetujuan akhir mrngenai harga dan syarat lain

4. Memperoleh dana yang lebih besar

5. Menanggung resiko yang berhubungan dengan pelaksanan fungsi saluran pemasaran tersebut

6. Mengatasi transfer kepemilikan aktual dari suatu organisasi atau orang kepada organisasi atau orang kepada organisasi atau orang yang lain

Bentuk-Bentuk Saluran Distribusi

Bentuk-bentuk saluran dilihat dari banyaknya tahap perantara akan menentukan ukuran penjangnya suatu saluran, yaitu:

1. Saluran level nol (disebut juga saluran pemasaran-langsung) terdiri dari perusahaan yang langsung menjual kepada pelanggan akhir

2. Saluran satu-level berisi satu perantara penjual, seperti pengecer atau dengan menggunakan distributor

3. Saluran dua-level berisi dua perantara, misalnya pengecer dan pedagang besar, atau perusahaan yang menggunakan perwakilan untuk perusahaannya

4. Saluran tiga-level berisi tiga perantara, misalnya pemborong, pedagang besar dan pengecer atau perusahaan yang menggunakan cabang perwakilan dan distributor

Evaluasi dan upaya pengendalian saluran distribusi

Pengendalian saluran distribusi dapat menjadi suatu masalah yang sulit bagi perusahaan yang mengandalkan fungsi perdagangan besar dan eceran pada penyalur tertentu. Penyalur independent merupakan salah satunya, mereka melaksanakan kegiatan bisnisnya untuk kepentingan sendiri. Hal ini artinya mereka hanya tertarik untuk menjual barang yang dapat meningkatkan laba mereka. Oleh karena itu produsen yang menjual melalui penyalur independent tersebut harus merancang produk dan pemasaran menarik. Hal ini dilakukan untuk membuat agen independent agar lebih dekat dan terikat dengan produsen, maka sebaiknya produsen harus mengambil beberapa kebijaksanaan seperti: 

a. Produsen harus menyatakan bahwa tugasnya tidak berakhir pada saat produk terjual, tetapi masih perlu memberikan pelayanan sesudah penjualan kepada pembeli akhir. Oleh karena itu program tersebut harus dikordinasikan dengan para penyalur sehingga komunikasi dengan pembeli akhir dan informasi dapat diperoleh dengan cepat dan tepat. 

b. Produsen harus menyatakan bahwa masalah yang dihadapi penyalur merupakan masalah bagi produsen. 

c. Produsen harus memberikan ganti kepada penyalur atas garansi dan servis lain yang diberikan kepada pembeli. 

d. Produsen harus memberikan semangat kepada penyalur dengan memberikan sejumlah intensif. Beberapa teknik pemberian intensif yang dapat digunakan antara lain:

1. Konsesi harga, misalnya: potongan harga, potongan tunai.

2. Bantuan keuangan, misalnya: pembelian secara kredit.

3. Proteksi, misalnya: proteksi harga, proteksi keuangan. 

Begitu pula halnya dengan saluran distribusi yang akan digunakan perusahaan untuk memasarkan produk tersebut. Ada kecenderungan disetiap perusahaan menggunakan lembaga perantara untuk memasarkan produknya. Lembaga perantara ini cukup beraneka ragam jenis dan tingakatannya. Mereka inilah yang dikenal dengan istilah agen, pengecer ataupun pedagang besar. Disetiap perantara mempunyai sifat dan karakter yang berbeda, namun mereka memiliki kesamaan terutama dalam peranan memperlancar dari produsen sampai ke tangan konsumen.

Manajemen konflik dalam saluran distribusi

Konflik saluran

Channel conflict atau konflik saluran adalah perselisihan atau ketidaksepakatan di antara perusahaan anggota dalam saluran distribusi tertentu mengenai peran dan tujuan distribusi. Konflik saluran berpotensi terjadi pada titik mana saja dalam saluran distribusi. Misalnya, mungkin ada konflik tujuan atau peran di antara banyak perusahaan di tingkat distribusi yang sama, misalnya antara dua pengecer, atau pada tingkat saluran distribusi yang berbeda, misalnya antara grosir dan pengecer. Yang pertama dikenal dengan konflik horizontal sedangkan yang kedua dikenal dengan konflik vertical.

Sumber konflik saluran

Konflik saluran horizontal dapat terjadi antar pengecer. Misalnya, ketika salah satu pengecer merasa ada pesaing lain yang bersaing terlalu ketat melalui penetapan harga atau menggunakan iklan untuk menyerang wilayah penjualan mereka. Sedangkan konflik vertical terjadi antara pengecer dan pemasok mereka ketika kedua pihak merasa didominasi oleh yang lain. Konflik dapat timbul ketika pabrikan membuat saluran baru.

Sumber umum lainnya konflik saluran adalah ketika saluran distribusi tradisional menjadi semakin ditantang oleh saluran distribusi alternatif yang baru. Contohnya adalah antara saluran online dan saluran konvensional. Konflik semacam itu mungkin akan mengganggu penjualan perusahaan. Oleh karena itu, konflik saluran perlu ditangani dengan cepat untuk menghindari kekecewaan dan ketidakpuasan dengan insentif untuk mendistribusikan penawaran perusahaan.

Dampak konflik saluran

Manajemen perlu menyadari bahwa konflik saluran tidak hanya dapat merusak sebagian sistem distribusi perusahaan tetapi juga terhadap sistem distribusi secara keseluruhan. Secara spesifik, konflik saluran dapat membahayakan distribusi penawaran perusahaan yang efektif dan efisien kepada pelanggan saat ini. Misalnya, pelanggan dapat bingung tentang apa yang diharapkan dalam hal pedoman pra-penjualan atau dukungan purna jual dari distributor yang berbeda dari produk perusahaan.


Wafi' Nur Ajizah R

180321100046

Manajemen Pemasaran - A

Menurut pandangan Kotler dan Armstrong, bauran pemasaran adalah beberapa variabel dalam marketing, yang digunakan oleh perusahaan untuk mengejar target penjualan yang diinginkan. Sementara menurut Laura Lake, bauran pemasaran adalah beberapa komponen dalam marketing yang digunakan oleh sebuah bisnis untuk menjual produk atau jasa kepada konsumen Pandangan lain datang dari Gugup Kismono yang menyatakan bahwa bauran pemasaran adalah kombinasi dari variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari pemasaran yang terdiri dari strategi produk (product), harga (price), promosi (promotion), dan tempat (place).

Dari ketiga pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa bauran pemasaran adalah aktivitas dan variabel marketing yang menentukan kesuksesan penjualan produk atau jasa dari sebuah bisnis. Pada tahun 1960-an Jerome McCarthy baru memperkenalkan konsep bauran pemasaran yang dikenal dengan strategi 4P atau Product (produk), Price (harga), Promotion (promosi) dan Place (tempat). Artinya, kesuksesan sebuah pemasaran ditentukan oleh kemampuan seorang pebisnis memaksimalkan empat variabel tersebut.

Pada masa sekarang, konsep bauran pemasaran ini juga sudah mengalami pembaharuan. Strategi 4P telah berkembang menjadi 7P. Konsep 7P ini akan dipaparkan secara detail beserta penjelasannya. Namun, sebelum itu akan menguraikan manfaat dan pentingnya konsep bauran pemasaran ini untuk perkembangan bisnis.

Manfaat memahami bauran pemasaran

1. Memahami siapa konsumen Anda

Melalui bauran pemasaran Anda akan melihat persoalan yang dihadapi oleh konsumen Anda dan menyesuaikan cara menyampaikan produk yang tepat untuk konsumen tersebut.

2. Membuat saluran promosi yang tepat

Tidak semua produk akan laku jika dijual secara daring, sebagian produk mungkin lebih baik dipasarkan secara door to door. Melalu pemahaman atas bauran pemasaran, pemilik bisnis bisa menyesuaikan saluran yang tepat dalam melakukan promosi produk.

3. Mendesain tampilan fisik yang meyakinkan

Apa yang diinginkan oleh konsumen, atau apa yang konsumen harapkan ketika menggunakan produk. Melalui strategi bauran pemasaran yang efektif Anda bisa memastikan konsumen Anda memang menyukai produk Anda dan senang ketika menggunakannya.

Konsep 7P Dalam Bauran Pemasaran

1. Produk

Menurut William J. Stanton, Produk adalah barang atau jasa yang dapat memenuhi atau memuaskan keinginan pembeli. Artinya, dalam strategi bauran pemasaran ini, sebuah produk harus bergantung kepada kebutuhan atau keinginan calon pembeli. Produk bisa berbentuk apa saja yang dibuat oleh produsen atau penjual itu sendiri. Dalam hal ini produk tidak selalu berbentuk barang fisik, bisa juga berbentuk jasa, atau produk digital (desain, game, aplikasi). Artinya apa yang akan dijual oleh seorang pebisnis, itulah produk. 

2. Price

Harga bisa muncul karena nilai tukarnya sesuai dengan nilai guna yang dirasakan oleh pembeli. Artinya, jika calon pembeli merasa harga terlalu tinggi untuk produk Anda mereka tidak akan membeli, sementara jika terlalu murah, bisnis Anda yang akan terancam perkembangannya. Tidak ada patokan khusus dalam menentukan harga. 

3. Place

Tempat yang dimaksud adalah tempat pemilik bisnis untuk menjual produk. Dengan kata lain, bagaimana konsumen bisa menemukan produk tersebut. Kembali lagi kepada analisa konsumen, di mana target konsumen Anda biasanya berbelanja. Intinya Anda berusaha untuk bisa menemukan tempat termudah bagi konsumen untuk bisa menemukan Anda dan berbelanja dengan nyaman.

4. Promotion

Menurut Philip Kotler, promosi adalah seluruh aktivitas yang dilakukan penjual untuk berkomunikasi dengan calon pembeli agar mereka mau mengenal dan membeli produk Anda. Sekali lagi, pemilik bisnis harus menyesuaikan dengan siapa konsumennya. Jika calon pembeli lebih banyak menggunakan media sosial, membuka email atau menonton Youtube. Maka pemilik bisnis bisa memilih saluran promosi online, seperti mengirimkan email, membuat iklan di facebook/instagram, atau mungkin mengupload video di akun berjualan. Namun, jika ternyata calon pembeli Anda tidak melakukan semua itu, mungkin Anda harus menggunakan saluran promosi yang lain, seperti koran, radio, atau mungkin dari rumah ke rumah, atau kantor. 

5. People

Pemilik bisnis membutuhkan orang-orang yang tepat dalam bisnisnya untuk bisa menyampaikan produk yang di produksi pada pembeli terlepas dari besar atau kecilnya usaha tersebut. Mulai dari customer service, bagian produksi, bagian marketing, sampai kepada manager. Dalam teori bauran pemasaran terbaru, memiliki SDM yang tepat bisa mendongkrak kemajuan bisnis secara signifikan. Pemilik bisnis harus bisa memastikan orang-orang yang bekerja bersamanya memang orang yang kompeten dan mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik.

6. Process

Dalam strategi bauran pemasaran, proses seorang pebisnis dari mulai produksi sampai distribusi harus terencana dengan baik. Oleh karena itu sangat penting membuat panduan kerja (SOP) yang jelas bagi setiap karyawan dan manager.

7. Physical Evidence/Packaging

Dalam bauran pemasaran, tampilan fisik merupakan unsur yang sangat penting dalam proses pemasaran produk. Terkadang pembeli membeli produk karena sebuah tampilan fisik yang unik dan lucu. Hal ini berhubungan dengan perilaku para pembeli yang senang mengupload foto di Instagram. Tampilan fisik produk Anda harus bisa memberikan efek positif pada pengguna.



Wafi' Nur Ajizah R

180321100046

Manajemen Pemasaran - A

- Copyright © Wafi' Nur Ajizah R - Devil Survivor 2 - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -